Sabtu, 03 Februari 2018

AKU PERGI UNTUK KEMBALI

Aku pergi untuk kembali
pergi untuk mencari ilmu dan kembali untuk memberikan inspirasi
penuh pengorbanan yang harus dilalui dari hari ke hari.
banyak duri-duri  yang akan menghalangi
tetapi langkah kaki ini tak kan berhenti
harus maju dengan langkah pasti.

Aku pergi untuk kembali
pergi untuk mengais rezeki  dari pagi hingga petang hari
demi sesuap nasi untuk kelurga  yang selalu di nanti.

Aku pergi untuk kembali
pergi dari kegelepan hati menuju pancaran illahi
aku malu pada Mu Wahai  Robbi yang membolak balik kan hati ini
Nikmat yang telah Engkau beri  kadang kurang ku syukuri
aku malu pada diri ini,
Ya Rabb ampunilah dosa kami, semoga suatu saat nanti ada perubahan positif  pada diri ini.



Pojok Kamar, 04 Februari 2018
Mas Fa

Kamis, 01 Februari 2018

JANGAN BANDINGKAN

Kata-kata yang bagus , saya ambil dari kata-kata hikmah

Gunung ada ketinggian,
laut ada kedalaman,
tidak perlu saling  membandingkan.                                 
Sudah ada identitasnya masing -masing...

Angin ada kebebasan bertiup,
awan ada bentuk keindahan,
tidak perlu saling meniru.                                     
Sudah ada karakternya masing-masing...

Bila merasa itu jalan yg benar, silahkan pilih dan jalani...    

Bila merasa itu pekerjaan yg pantas dan benar, silahkan dikerjakan...
  
Bila merasa itu dapat membawa kebahagiaan, silahkan diperjuangkan..
Turuti dan jalani menurut hati,  kepercayaan yg wajar dan  logika.                            

Jangan bandingkan kehidupan, kebahagiaan dan kesuksesan siapa pun kepada diri sendiri, setiap individu tentulah berbeda...

🙏

5 KEGELAPAN DAN 5 PENERANGNYA

Dalam Hadist di terangkan Abu Bakar As Sidiq ra berkata ada 5 Kegelapan dan 5 Penerangnya
Oleh : Ustadz Iwan  Setiawan,S.Sos
1. Ubud dunya adalah bias segala kesalahan., silahkan mencari kehidupan di dunia tapi jangan lupakan kehidupan diakherat.
Jangan serakah, rakus , bermewah-mewah, sehingga terbelit utang misal : dari panci, alat rumah tangga yang dimiliki semua dari utang, senang menimbun/menyimpan barang.
Lebih baik barang ,baju yang tidak terpakai di sodaqohkan,berbuat baiklah dengan apa yang telah di beri Alloh.
Penerangnya adalah Taqwa;janganlah kita terbelenggu nafsu, usahakan kita selalu bertaqwa hal ini harus ada kerjasama dimulai antar keluarga saling mengingatkan kebaikan, sholat tepat waktu dengan tertib dan berjamaah, karena manusia di ciptakan untuk beribadah semata-mata bertaqwa kepada Alloh swt.
2. Dosa adalah kegelapan ; semua orang memiliki dosa ,baik dosa besar maupun dosa kecil, coba di ingat dari kita akil baligh berapa banyak dosa yang diperbuat dan berapa banyak amal sholehnya ? Ada yang senang pamer, ghibah , maksiat ,semua itu dosa.
Penerangnya Taubat; Alloh maha Maghfiroh /pengampun maka segeralah bertaubat mohon Ampunan kepada Alloh dan berupaya tidak melakukan dosa.
3. Kubur itu gelap  kecuali bagi orang-orang sholeh dan Penerangnya ; Laaillaha illalloh Muhammad rusululloh  ;itu kalimat yang harus sering kita baca agar semua pertanyaan di alam kubur bisa kita jawab.
4. Aherat itu juga kegelapan  bagi orang-orang tersesat dan Penerangnya Amal sholeh; maka teruslah berbuat kebaikan,kelak amal sholeh setiap orang  akan di filmkan dan begitu pula perbuatan buruk kelak akan di tunjukannya.
5. Shirozt/jalan juga  gelap dan Penerangnya adalah Aqidah atau keyakinan , yakin percaya kepada Alloh swt, selalu berprasangka baik dan bersyukur kepada Alloh .
Untuk menguatkan keyakinan atau aqidah kita seringlah beribadah, datang ke majelis ta'lim ikuti pengajian.

Semoga Alloh swt selalu memberi Penerangan kepada kita, Aamiin.

Ini tadi saya dengarkan pengajian/ceramah  ustaz Iwan ; mencoba menulis ulang dari yang saya ingat , selanjutnya mohon jika setelah kita pengajian coba ditulis ulang agar gerakan Literasi berjalan , jangan hanya bisa Copas tapi tulislah apa yang kita tahu Ciptakan keluarga Literasi yaitu keluarga yang senang mendengar, membaca dan menulis.

sumber : grup Wa PRA Giwangan ( bu zain)

Selasa, 23 Januari 2018

OPTIMALKAN

MENGOPTIMALKAN WAKTU MUDA
(waktu tak terulang kembali)
Oleh Fajar Nur Rohmad[1]
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Alhamdulillah rasa syukur kita panjatkan kepada Allah SWT sang penguasa di alam raya ini. Shalawat salam tetap tercurah kepada junjungan nabi Muhammad SAW sebagai rahmat semesta Alam. Sebagai teladan kita semua dan kita menanti syafaat beliau di yaumil qiyamah.
Mari kita renungkan  bersama Umurku da umurnya
Saat aku 1 tahun dia menyuapiku dan memandikanku,sebagai balasannya  kamu menangis sepanjang malam. saat berumur 2 tahun dia mengajariku  bagaimana  cara berjalan, Sebagai balasannya  kau kabur saat dia memanggilmu.Saat aku 3 tahun di memasakkan  semua makanan dengan kasih sayang sebagai balasannya kau buang makanan ke lantai , saat berumur 4 tahun  dia memberi pensil warna sebagai balasannya kau corat coret tembok, saat ini usiaku 17 atau 18 tahun dia menangis haru ketika kau lulus SMA sebagai balasannya kau berpesta dengan teamnmu  hingga pagi.[2]
Pada kesemapatan ini kami akan membahas  mengoptimalkan waktu dengan baik. Sudah menjadi sunatullah yang sudah terjadi tidak akan terulang lagi. Usia kita secara dunia bertambah. Tetapi sejatinya bertambh usia kita di dunia kita berarti jatah usia  yang sebenarnya kita berkurang. Mari kita saling  mengingatkan untuk berbuat baik dan mencari bekal yang terbaik untuk perjalanan di masa yang akan datang. Adapun waktu-waktu yang harus dioptimalkan adalah sebagai berikut:
              1.     Waktu untuk bermunajat
Setiap saat, bahkan saat mau tidur pun disunnahkan bertasbih, berzikir atau membaca Kalamullah. Bila kita tertidur saat kita sedang bermunajat, insya Allah kita dianggap sedang berdoa selama kita tidur, subhanallah.

              2.     Waktu untuk meminta maaf dan berterima kasih
Tanpa pernah tahu kapan kepulangan kita ke Illahi Robbi, manfaatkan waktu yang ada untuk meminta maaf atas segala kesalahan kita dan berterima kasih kepada siapa-siapa yang telah membantu kita dalam hal apapun. Terutama bagi yang masih memiliki orang tua, sekarang juga kirim doa dan hubungi mereka, ucapkan maaf dan terima kasih atas segala yang telah mereka lakukan kepada kita.
              3.     Waktu untuk mengevaluasi diri
Bertafakur, mengingat-ingat kembali dosa yang pernah dilakukan dan berjanji untuk tidak melakukannya kembali adalah perbuatan terpuji. Kadang dengan seringnya kita mengevaluasi diri kita, apa-apa yang menjadi kekurangan maupun kelebihan dalam hidup ini, dapat menjadikan modal yang berharga untuk masa depan.
              4.     Waktu untuk beramal sholeh
Tidak perlu menunggu tanggal gajian, seberapapun yang kita miliki saat melihat ada yang sedang membutuhkan, mari ulurkan tangan. Allah akan melihat sekecil apapun amal ibadah kita dan akan menggantinya berlipat ganda apabila keikhlasan ada dibalik perbuatan kita membantu sesama. Semoga manfaat .


[1] Disampaikan saat Pengajian kelas XII IPS 1 SMA N 1 Sewon
[2] Deassy N Destiani, Bukan untuk dibaca. Selaksa Publishing. hal.30

Minggu, 14 Januari 2018

BELAJAR DARI TEMBANG



MEMAKNAI HIDUP DARI TEMBANG MACAPAT [1]

 Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.



Awal membuat tulisan ini, saya dapat amanah membuat rangkuman untuk pengajian mertua. Materi ini kami buat dengan mengambil dari berbagai artikel yang berkenaan tembang macapat dan jadilah materi kultum singkat ini.
  
Alhamdulillah rasa syukur kita panjatkan kepada Allah SWT sang penguasa di alam raya ini. Shalawat salam tetap tercurah kepada junjungan nabi Muhammad SAW sebagai rahmat semesta Alam. Sebagai teladan kita semua dan kita menanti syafaat beliau di yaumil qiyamah.  Pada kesempatan kali ini kami akan membahas memaknai hidup dari tembang. Ayat kauniah adalah ayat atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah. Ayat-ayat ini adalah dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan sebagainya yang ada di dalam alam ini. Oleh karena alam ini hanya mampu dilaksanakan oleh Allah dengan segala sistem dan peraturanNya yang unik, maka ia menjadi tanda kehebatan dan keagungan Penciptanya.
1.       Maskumambang. Maskumambang berasal dari sebuah kata mas dan kumambang. Mas atau emas yang memiliki makna berarti suatu yang begitu berharga. Bahwa, meskipun anak masih didalam kandungan merupakan sebuah harta yang tidak ternilai
2.       Mijil.Tembang macapat mijil menceritakan tentang awal mula hadirnya manusia di dunia ini yang mana merupakan lahirnya seorang anak terlahir dari gua garba Ibu.
3.        Sinom. Adalah lukisan dari masa muda, masa yang indah, penuh dengan harapan dan angan-angan.
4.        Kinanthi. Masa pembentukan jatidiri dan meniti jalan menuju cita-cita. Kinanti berasal dari kata kanthi atau tuntun yang bermakna bahwa kita membutuhkan tuntunan atau jalan yang benar agar cita-cita kita bisa terwujud. Misalnya belajar dan menuntut ilmu secara sungguh-sungguh.”Apa yang akan kita petik esok hari adalah apa yang kita tanam hari ini”.
5.       Asmarandana. Asmaradana bermakna asmara dan dahana yang memiliki api asmara. Tembang tersebut menggambarkan masa-masa dirundung asmara, dimabuk, cinta, ditenggelamkan dalam lautan kasih.
6.       Gambuh.Awal kata gambuh adalah jumbuh / bersatu yang artinya komitmen untuk menyatukan cinta dalam satu biduk rumah tangga.
7.        Dhandhanggula. Gambaran dari kehidupan yang telah mencapai tahap kemapanan sosial, kesejahteraan telah tercapai, cukup sandang, papan dan pangan
8.       Durma. Sebagai wujud dari rasa syukur kita kepada Allah maka kita harus sering berderma, durma berasal dari kata darma / sedekah berbagi kepada sesama.
9.       Pangkur. Pangkur atau mungkur artinya menyingkirkan hawa nafsu angkara murka, nafsu negatif yang menggerogoti jiwa kita. Menyingkirkan nafsu-nafsu angkara murka, memerlukan riyadhah / upaya yang sungguh-sungguh.
10.   Megatruh.Megatruh merupakan penggabungan dari dua kata yaitu megat dan ruh, yang mana arti dari megat adalah berpisah maka arti dari megatruh adalah terpisahnya nyawa atauh ruh dari jasad.
11.   Pocung (Pocong / dibungkus kain mori putih). Manakala yang tertinggal hanyalah jasad belaka, dibungkus dalam balutan kain kafan / mori putih, diusung dipanggul laksana raja-raja, itulah prosesi penguburan jasad kita menuju liang lahat, rumah terakhir kita didunia. Semoga manfaat  




[1] Dari berbagai sumber (http://bisakali.net/ bab tembang macapat) disampaikan saat Pengajian Rukun paseduluran

Jumat, 22 Desember 2017

22

Aku bukanlah anak yang mengucapkan "Happy Mother's Day" rutin setiap tanggal 22 Desember, tapi aku adalah anak yang mengucapkan ; 

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

"Alloohummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa".

Terjemahan : "Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan Ibu Bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil". 

Di setiap doa ku... 

Setiap Hari adalah Hari Ibu, karena kasih sayangnya mengalir tak kenal waktu... ❤

SUMBER : anonim

PERUBAHAN DENGAN MAKSIMALKAN 4 ON

Oleh Fajar Nur Rohmad[1]

ON 
Pada kesempatan ini saya mencoba membuat kultum yang sumber utamanya dari buku pak Jamil Azzaini Yang ON.
 
Alhamdulillah rasa syukur kita panjatkan kepada Allah SWT sang penguasa di alam raya ini. Shalawat salam tetap tercurah kepada junjungan nabi Muhammad SAW sebagai rahmat semesta Alam. Sebagai teladan kita semua dan kita menanti syafaat beliau di yaumil qiyamah.
Mari kita renungkan  bersama.
Jika kekayaan bisa membuat orang bahagia tentunya adolt merckle orang yang terkaya di jerman tidak akan menabrakan dirinya ke kreta
Jika ketenaran membuat orang bahagia tentunya michael jacskon penyayi terkenal  tidak akan minum obat tidur hingga overdosis
Jika kecantikan bisa membuat orang bahagia  tentu marlin monroe artis cantik tidak akan minum alkohol dan obat depresi hingga overdosis.
Ternyata  bahagia atau tidaknya hidup seseorang itu bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, kuasanya, sehatnya.  Tapi yang bisa membuat seseorang  itu bahagia adalah dirinya sendiri. Untungnya kebahagiaan itu berada di dalam hati setiap manusia. Yang penting adalah mensyukuri apa Yang Allah berikan kepada kita. Itulah kebahagiaan yang sesungguhnya.  [2]
Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang perubahan.  Seperti kata mutiara salah satu dari Ulama Gontor pernah menyampaikan “Jadikan hidup sekali di dunia menjadi hidup yang berarti”. Marilah Hidup ini kita isi dengan perubahan- perubahan yang positif. Syaratnya perubahan  itu kita harus bergerak atau sering move on dengan memaksimalkan 4 ON. 4 ON itu : vision, action, passion dan colaboration[3] Dengan visi orang akan mudah menemukan tujuan hidupnya lalu beraksi (action) sesuai visi tersebut. Kita bisa menentukan action dengan passion yang sesuai. Karena, pekerjaan yang bisa melesatkan kita pada pencapaian terbaik adalah pekerjaan yang sesuai dengan passion. Lalu berikutnya adalah colaboration. Kita memerlukan kolaborasi dengan orang lain dengan komunitas. Karena kita adalah makhluk sosial.
Semoga manfaat  




[1] Disampaikan saat Pengajian kelas XI MIPA 1 SMA N 1 Sewon
[2] Deassy M Destiani, Bukan Untuk Dibaca, ( Surakarta: Selaka Publising, 2015), hal. 52
[3] ON adalah salah satu konsep dalam buku Jamil Azzaini