Minggu, 14 Januari 2018

BELAJAR DARI TEMBANG



MEMAKNAI HIDUP DARI TEMBANG MACAPAT [1]

 Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.



Awal membuat tulisan ini, saya dapat amanah membuat rangkuman untuk pengajian mertua. Materi ini kami buat dengan mengambil dari berbagai artikel yang berkenaan tembang macapat dan jadilah materi kultum singkat ini.
  
Alhamdulillah rasa syukur kita panjatkan kepada Allah SWT sang penguasa di alam raya ini. Shalawat salam tetap tercurah kepada junjungan nabi Muhammad SAW sebagai rahmat semesta Alam. Sebagai teladan kita semua dan kita menanti syafaat beliau di yaumil qiyamah.  Pada kesempatan kali ini kami akan membahas memaknai hidup dari tembang. Ayat kauniah adalah ayat atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah. Ayat-ayat ini adalah dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan sebagainya yang ada di dalam alam ini. Oleh karena alam ini hanya mampu dilaksanakan oleh Allah dengan segala sistem dan peraturanNya yang unik, maka ia menjadi tanda kehebatan dan keagungan Penciptanya.
1.       Maskumambang. Maskumambang berasal dari sebuah kata mas dan kumambang. Mas atau emas yang memiliki makna berarti suatu yang begitu berharga. Bahwa, meskipun anak masih didalam kandungan merupakan sebuah harta yang tidak ternilai
2.       Mijil.Tembang macapat mijil menceritakan tentang awal mula hadirnya manusia di dunia ini yang mana merupakan lahirnya seorang anak terlahir dari gua garba Ibu.
3.        Sinom. Adalah lukisan dari masa muda, masa yang indah, penuh dengan harapan dan angan-angan.
4.        Kinanthi. Masa pembentukan jatidiri dan meniti jalan menuju cita-cita. Kinanti berasal dari kata kanthi atau tuntun yang bermakna bahwa kita membutuhkan tuntunan atau jalan yang benar agar cita-cita kita bisa terwujud. Misalnya belajar dan menuntut ilmu secara sungguh-sungguh.”Apa yang akan kita petik esok hari adalah apa yang kita tanam hari ini”.
5.       Asmarandana. Asmaradana bermakna asmara dan dahana yang memiliki api asmara. Tembang tersebut menggambarkan masa-masa dirundung asmara, dimabuk, cinta, ditenggelamkan dalam lautan kasih.
6.       Gambuh.Awal kata gambuh adalah jumbuh / bersatu yang artinya komitmen untuk menyatukan cinta dalam satu biduk rumah tangga.
7.        Dhandhanggula. Gambaran dari kehidupan yang telah mencapai tahap kemapanan sosial, kesejahteraan telah tercapai, cukup sandang, papan dan pangan
8.       Durma. Sebagai wujud dari rasa syukur kita kepada Allah maka kita harus sering berderma, durma berasal dari kata darma / sedekah berbagi kepada sesama.
9.       Pangkur. Pangkur atau mungkur artinya menyingkirkan hawa nafsu angkara murka, nafsu negatif yang menggerogoti jiwa kita. Menyingkirkan nafsu-nafsu angkara murka, memerlukan riyadhah / upaya yang sungguh-sungguh.
10.   Megatruh.Megatruh merupakan penggabungan dari dua kata yaitu megat dan ruh, yang mana arti dari megat adalah berpisah maka arti dari megatruh adalah terpisahnya nyawa atauh ruh dari jasad.
11.   Pocung (Pocong / dibungkus kain mori putih). Manakala yang tertinggal hanyalah jasad belaka, dibungkus dalam balutan kain kafan / mori putih, diusung dipanggul laksana raja-raja, itulah prosesi penguburan jasad kita menuju liang lahat, rumah terakhir kita didunia. Semoga manfaat  




[1] Dari berbagai sumber (http://bisakali.net/ bab tembang macapat) disampaikan saat Pengajian Rukun paseduluran

Jumat, 22 Desember 2017

22

Aku bukanlah anak yang mengucapkan "Happy Mother's Day" rutin setiap tanggal 22 Desember, tapi aku adalah anak yang mengucapkan ; 

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

"Alloohummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa".

Terjemahan : "Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan Ibu Bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil". 

Di setiap doa ku... 

Setiap Hari adalah Hari Ibu, karena kasih sayangnya mengalir tak kenal waktu... ❤

SUMBER : anonim

PERUBAHAN DENGAN MAKSIMALKAN 4 ON

Oleh Fajar Nur Rohmad[1]

ON 
Pada kesempatan ini saya mencoba membuat kultum yang sumber utamanya dari buku pak Jamil Azzaini Yang ON.
 
Alhamdulillah rasa syukur kita panjatkan kepada Allah SWT sang penguasa di alam raya ini. Shalawat salam tetap tercurah kepada junjungan nabi Muhammad SAW sebagai rahmat semesta Alam. Sebagai teladan kita semua dan kita menanti syafaat beliau di yaumil qiyamah.
Mari kita renungkan  bersama.
Jika kekayaan bisa membuat orang bahagia tentunya adolt merckle orang yang terkaya di jerman tidak akan menabrakan dirinya ke kreta
Jika ketenaran membuat orang bahagia tentunya michael jacskon penyayi terkenal  tidak akan minum obat tidur hingga overdosis
Jika kecantikan bisa membuat orang bahagia  tentu marlin monroe artis cantik tidak akan minum alkohol dan obat depresi hingga overdosis.
Ternyata  bahagia atau tidaknya hidup seseorang itu bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, kuasanya, sehatnya.  Tapi yang bisa membuat seseorang  itu bahagia adalah dirinya sendiri. Untungnya kebahagiaan itu berada di dalam hati setiap manusia. Yang penting adalah mensyukuri apa Yang Allah berikan kepada kita. Itulah kebahagiaan yang sesungguhnya.  [2]
Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang perubahan.  Seperti kata mutiara salah satu dari Ulama Gontor pernah menyampaikan “Jadikan hidup sekali di dunia menjadi hidup yang berarti”. Marilah Hidup ini kita isi dengan perubahan- perubahan yang positif. Syaratnya perubahan  itu kita harus bergerak atau sering move on dengan memaksimalkan 4 ON. 4 ON itu : vision, action, passion dan colaboration[3] Dengan visi orang akan mudah menemukan tujuan hidupnya lalu beraksi (action) sesuai visi tersebut. Kita bisa menentukan action dengan passion yang sesuai. Karena, pekerjaan yang bisa melesatkan kita pada pencapaian terbaik adalah pekerjaan yang sesuai dengan passion. Lalu berikutnya adalah colaboration. Kita memerlukan kolaborasi dengan orang lain dengan komunitas. Karena kita adalah makhluk sosial.
Semoga manfaat  




[1] Disampaikan saat Pengajian kelas XI MIPA 1 SMA N 1 Sewon
[2] Deassy M Destiani, Bukan Untuk Dibaca, ( Surakarta: Selaka Publising, 2015), hal. 52
[3] ON adalah salah satu konsep dalam buku Jamil Azzaini

Selasa, 28 November 2017

CATATAN KANG RISDY

🌺Duh Gusti Alloh, kulo matur suwun sanget, bumi ingkang kulo panggeni Panjenengan berkahi kanthi tuyo jawah ingkang makathah kathah, kulo namung nyuwun Gusti Allah mugi thuyo jawah meniko ndadosaken kesaenan dumateng kulo lan sedoyo ingkang lenggah wonten ing bumi  Ngayugyokarto,  ampun panjenengan dadosaken thuyo ingkang anjalari musibah, lan thukulipun sedoyo kaawonan,
Sedoyo sedulur soho rencang kulo,  mugi tetep panjenengan tuwuhaken semangatipun, paringono kiat lan sehat badanipun, saged istiqomah anggenipun ibadah, berjuang & ngamal kangge agami, nuso lan bongso.
Aamiin Yarobbal 'Aalamiin🙏🌺

Sungguh, cempaka elok rupawan mengembang diatas awan membuat takjub siapapun ysng memandangnya. Tapi tak seperti cempaka hari ini, ia berwujud badai prahara yang mengguncang selaksa hati, takut, cemas, panik.

Tak ujung waktu berganti gunung Agung meraung dalam senyap. Meronta diantara dekap menggeliat manja berbagi duka. Semua mata menatap luka saat Bali sedang berduka.

Rintik hujan tiga malam menitip pesan, " Aku sayang padamu tapi aku hanyalah makhluq yang belajar taat pada Robbku...".
Rintik kian deras menjelmalah hujan yang tak henti mengguyur bumi. Tak gunung tak lembah, tak kota tak kampung semua tak terelak dari bidik banjir disetiap jengkal bumi. Gunungkidul-pun jadi buah bibir dunia. Tempat yang tinggi ini tak pernah bermimpi tenggelam dalam kubang.

Cempaka lambang keindahan
Gunung lambang keagungan
Dan hujan simbol kasih sayang

Jika badai, gunung dan banjir menyatu ibarat keindahan kasih sayang Allah untuk mengalirkan cinta dalam keagunganNya dari mata air surganya Allah yang luasnya seluas langit dan bumi. Sebagai nasehat dan peringatan kepada al Insan untuk sadar dan segera berlari meninggalkan maksiat hati menuju ketaadan yang haqiqi.

Alam adalah makhluk yang tunduk dan patuh atas titahNya. Badai cempaka, gunung Agung dan hujanpun sedang menjalani kewajiban taatnya pada sang pencipta. Dalam sujud dan ruku' ada isyaroh kehidupan.
Jangan sombong Robb sedang menguji drngan cambuk kecilnya.
Jangan congkak yang mustahilpun jika Robb menghendaki bisa terjadi.
Jangan panik semua sedang menjalani titahNya, manusiapun harus segera berbenah.
Jangan takut pada gunung meletus, badai dan banjir tapi takutlah pada yang mencipta gunung, badai dan banjir bandang.

Hari ini Robb sedang membagi kasih sayangNya agar semua kembali pada jalan yang lurus, menghidupkan sunnah, dan cinta pada Al Qur'an karim.

Malam gelap, Gunungkidul dikepung banjir
------------------
Kang Risdy

TERINGAT PUISI SD KELAS 2 “WAlAU HUJAN”




Masih teringat dalam pikiran saya, puisi yang diajarkan guru SD saat pelajaran bahasa Indonesia.  Pada waktu itu saya duduk dibarisan 3 dari depan. Saat itu belajar tentang puisi yang bertemakan Hujan.
Beberapa baris yang masih saya ingat adalah
“walau hujan saya tetap pergi ke sekolah”
“walau hujan pak guru tetap pergi ke sekolah”
“walau hujan pak tani tetap pwrgi ke sawah “
Dst
Hal ini mengingatkan kepada kita tentang arti semangat dan pantang menyerah dalam menuntut ilmu. Halangan atau rintangan tetap dihadapi sesuai kemampuan demi bertemu siswa tercinta.  Pak Guru Bu Guru, siswa, Orangtua adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan.  Saling bersinergi untuk mewujudkan pendidikan yang optimal.

Rabu, 25 Oktober 2017

RENUNGAN PAGI

Seandainya PLN mengumumkan bahwa malam ini dan selama sepekan ke depan listrik akan dipadamkann...
Sungguh itu sudah cukup membuat kita panik...
Waktu kita terbatas mempersiapkan segala sesuatunya,mulai dari :
lilin, korek api, senter, baterai, dsb...
memenuhi bak air ,mencuci semua baju kotor, dsb...
Atau bhk sampai membeli genset dll.
Namun pernahkah kita berpikir akan gelapnya Kubur?
Bagaimana kelak nasib kita..?
Kenapa kita tidak pernah berfikir untuk mempersiapkan semua itu ?
Bagaimana seandainya malaikat maut datang mencabut ruh kita yang memang tanpa pengumuman sebelumnya dan tanpa ada persiapan yang matang...?
Maka mukmin yang cerdas adalah yang paling banyak "MENGINGAT KEMATIAN" dan mempersiapkan diri.
Rasulullah saw. ketika ditanya mukmin manakah yang paling cerdas? Beliau menjawab :
ﺃﻛﺜﺮﻫﻢ ﻟﻠﻤﻮﺕ ﺫﻛﺮﺍ ﻭ ﺃﺣﺴﻨﻬﻢ ﻟﻤﺎ ﺑﻌﺪﻩ اﺳﺘﻌﺪﺍﺩﺍ ﺃﻭﻟﺌﻚ ﺍﻷﻛﻴﺎﺱ
“Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.”
HR. Ibnu Majah no. 25

sumber : grup wa

Kamis, 12 Oktober 2017

AKAL DAN PIKIRAN MANUSIA

Manusia diciptakan Allah SWT dalam bentuk yang sempurna. Kesempurnaan yang Allah berikan dibanding makhluk lain dengan diberikan akal dan pikiran kepada manusia. Akal  diberikan manusia agar bisa membedakan mana perkara yang benar dan salah. Sedangakan dengan pikirannya manusia  juga bisa memecahkan segala permasalahan yang dihadapinya.

 وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لاَ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَ يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لاَ يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَاْلأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
Kami telah menjadikan untuk isi neraka Jahanam, kebanyakan dari manusia dan jin. Mereka mempunyai hati (akal), tetapi tidak digunakan untuk berfikir. Mereka mempunyai mata, tetapi tidak digunakan untuk melihat. Mereka mempunyai telinga, tetapi tidak digunakan untuk mendengar. Mereka itu seperti hewan ternak, bahkan lebih hina lagi, Mereka itulah orang-orang yang lalai. 
 (QS. Al-A’râf [7]: 179)

Dengan berbagai kelebihan  dan kekurangan yang dimiliki manusia, manusia seharusnya mampu bersyukur atas apa-apa yang diberikan sang pencipta kepada  kita. Dengan akal dan pikiran ini manusia bisa berkarya sesuai bidang yang diminatinya. Agar kekuatan akal dan pikiran ini bisa dimaksimalkan dengan baik manusia tentu membutuhkan cara. Cara yang ampuh untuk berkarya yaitu dengan membaca lalu mengamalkan apa yang dibaca sesuai kemampuan kita. Semoga apapun yang Allah berikan kepada kita, kita bisa gunakan untuk berbakti kepadaNya. Dengan membaca ayat-ayat kauniyah dan qouliyah sebagai tanda-tanda kebesaranNya. Bismillah kita bisa