Jumat, 13 Februari 2015

KEMAMPUAN SISWA

Sebagai seorang guru, kita harus selalu menyadari bahwa tingkat kemampuan siswa dalam menerima materi yang kita ajarkan tidak sama. Ada yang cepat mengerti, ada yang sedang, ada yang lambat dan ada yang sangat lambat bahkan ada yang sulit untuk bisa dimengerti. Jika kita memiliki kesadaran ini, maka sudah bisa dipastikan kita akan memiliki kesabaran yang tinggi untuk menampung
pertanyaan-pertanyaan dari siswa kita dan menjelaskan padanya. 


sumber: Artikel SD

bimbingan klasikal
 

KREASI ANAK-ANAK

Rabu, 11 Februari 2015

SETIAP ANAK MEMPUNYAI KEMAMPUAN

Maaf hanyashare cerita inspiratif saja

Sebagai guru profesional dan berkepribadian ;
Tidak Ada Orang yang Tidak Memiliki Kompetensi
Dari kisah nyata seorang guru.Di suatu sekolah dasar, ada seorang guru yang selalu tulus mengajar dan selalu berusaha dengan sungguh-sungguh membuat suasana kelas yang baik untuk murid-muridnya.
Ketika guru itu menjadi wali kelas 5, seorang anak–salah satu murid di kelasnya– selalu berpakaian kotor dan acak-acakan. Anak ini malas, sering terlambat dan selalu mengantuk di kelas. Ketika semua murid yang lain mengacungkan tangan untuk menjawab kuis atau mengeluarkan pendapat, anak ini tak pernah sekalipun mengacungkan tangannya.
Guru itu mencoba berusaha, tapi ternyata tak pernah bisa menyukai anak ini. Dan entah sejak kapan, guru itu pun menjadi benci dan antipati terhadap anak ini. Di raport tengah semester, guru itu pun menulis apa adanya mengenai keburukan anak ini.
Suatu hari, tanpa disengaja, guru itu melihat catatan raport anak ini pada saat kelas 1. Di sana tertulis “Ceria, menyukai teman-temannya, ramah, bisa mengikuti pelajaran dengan baik, masa depannya penuh harapan,”
“..Ini pasti salah, ini pasti catatan raport anak lain….,” pikir guru itu sambil melanjutkan melihat catatan berikutnya raport anak ini.
Di catatan raport kelas 2 tertulis, “Kadang-kadang terlambat karena harus merawat ibunya yang sakit-sakitan,”
Di kelas 3 semester awal, “Sakit ibunya nampaknya semakin parah, mungkin terlalu letih merawat, jadi sering mengantuk di kelas,”
Di kelas 3 semester akhir, “Ibunya meninggal, anak ini sangat sedih terpukul dan kehilangan harapan,”
Di catatan raport kelas 4 tertulis, “Ayahnya seperti kehilangan semangat hidup, kadang-kadang melakukan tindakan kekerasan kepada anak ini,”
Terhentak guru itu oleh rasa pilu yang tiba-tiba menyesakkan dada. Dan tanpa disadari diapun meneteskan air mata, dia mencap memberi label anak ini sebagai pemalas, padahal si anak tengah berjuang bertahan dari nestapa yang begitu dalam…
Terbukalah mata dan hati guru itu. Selesai jam sekolah, guru itu menyapa si anak:
“Bu guru kerja sampai sore di sekolah, kamu juga bagaimana kalau belajar mengejar ketinggalan, kalau ada yang gak ngerti nanti Ibu ajarin,”
Untuk pertama kalinya si anak memberikan senyum di wajahnya.
Sejak saat itu, si anak belajar dengan sungguh-sungguh,
prepare dan
review dia lakukan dibangkunya di kelasnya.
Guru itu merasakan kebahagian yang tak terkira ketika si anak untuk pertama kalinya mengacungkan tanganya di kelas. Kepercayaan diri si anak kini mulai tumbuh lagi.
Di Kelas 6, guru itu tidak menjadi wali kelas si anak.
Ketika kelulusan tiba, guru itu mendapat selembar kartu dari si anak, di sana tertulis. “Bu guru baik sekali seperti Bunda, Bu guru adalah guru terbaik yang pernah aku temui.”
Enam tahun kemudian, kembali guru itu mendapat sebuah kartu pos dari si anak. Di sana tertulis, “Besok hari kelulusan SMA, Saya sangat bahagia mendapat wali kelas seperti Bu Guru waktu kelas 5 SD. Karena Bu Guru lah, saya bisa kembali belajar dan bersyukur saya mendapat beasiswa sekarang untuk melanjutkan sekolah ke kedokteran.”
Sepuluh tahun berlalu, kembali guru itu mendapatkan sebuah kartu. Di sana tertulis, “Saya menjadi dokter yang mengerti rasa syukur dan mengerti rasa sakit. Saya mengerti rasa syukur karena bertemu dengan Ibu guru dan saya mengerti rasa sakit karena saya pernah dipukul ayah,”
Kartu pos itu diakhiri dengan kalimat, “Saya selalu ingat Ibu guru saya waktu kelas 5. Bu guru seperti dikirim Tuhan untuk menyelamatkan saya ketika saya sedang jatuh waktu itu. Saya sekarang sudah dewasa dan bersyukur bisa sampai menjadi seorang dokter. Tetapi guru terbaik saya adalah guru wali kelas ketika saya kelas 5 SD.”
Setahun kemudian, kartu pos yang datang adalah surat undangan, di sana tertulis satu baris,
“mohon duduk di kursi Bunda di pernikahan saya,”
Guru pun tak kuasa menahan tangis haru dan bahagia

KEBAIKAN DI BALAS KEBAIKAN

7/2/15
Satu Kebaikan akan mengundang kebaikan yang lain.
Dari kita menyapa, memberikan salam kepada teman atau saudara
sebagai bentuk kebaikan yang akan kita lakukan. Dari hal itu akan mengundang kebaikan-kebaikan yang lain yang datang pada diri kita seperti kita di doakn agar lebih baik, rezki kita lancar dst

IKUTAN TES KEPRIABDIAN, (IKUT-IKUTAN AJA DAN INI HASILNYA)

Tipe Pelaku Bersemangat adalah orang-orang periang dan spontan. Mereka penuh pesona, dipenuhi energi, dan pelaku-pelaku sesungguhnya. Mereka memiliki pemikiran dan pandangan yang jernih sekalipun sedang berada dalam situasi sulit. Ini membuat mereka dikenal sebagai pemecah masalah yang jitu. Kemampuan mereka dalam menyerap dan memroses informasi sangat fenomenal. Tipe Pelaku Bersemangat juga memiliki kekuatan dalam pengamatan dan perasaan tajam saat berhadapan dengan orang lain. Mereka mudah memahami, jenaka, dan cerdas. Mereka memiliki kemampuan alami meyakinkan orang lain akan pandangan mereka. Tipe Pelaku Bersemangat hidup dalam kekinian dan membuat keputusan-keputusan spontan dari waktu ke waktu. Mereka senang bersama-sama dengan orang lain dan adalah pebincang yang perasa, riang, dan menghibur. Tidak masalah bagi mereka menjadi pusat keriaan dalam sebuah pesta dan mereka adalah tuan rumah yang baik, murah hati, dan trampil. Mereka tidak berlama-lama memikirkan konsekuensi; dengan cepat mereka menangkap seluruh fakta yang relevan, membuat keputusan pragmatis, lalu melaksanakan keputusan itu dengan penuh semangat. Jika suatu keputusan ternyata keliru di kemudian hari, mereka selalu dapat membuat rencana baru.

Tipe Pelaku Bersemangat dengan magis menarik keriaan dan aksi. Mereka membutuhkan dorongan itu – sejauh memungkinkan dengan orang lain. Banyak contoh dari tipe ini memiliki hobi berbahaya atau menceburkan diri pada olahraga ekstrem. Dengan cukup sadar mereka menempatkan diri dalam situasi berbahaya berulang-ulang. Dalam pekerjaan, tipe Pelaku Bersemangat juga mengutamakan kesenangan dan keragaman. Mereka bosan setengah mati dengan rutinitas, keamanan, dan perhitungan. Krisis adalah ramuan mujarab bagi hidup mereka dan sungguh-sungguh memunculkan kekuatan mereka. Mereka bereaksi terhadap tantangan-tantangan baru dengan luwes dan efektif. Mereka mendapatkan rasa percaya diri mereka dari keyakinan diri yang tak tergoyahkan sehingga mampu menghadapinya. Tipe Pelaku Bersemangat lebih menyukai kegiatan praktis yang menelurkan hasil nyata ketimbang bidang-bidang pekerjaan teoritis. Diskusi yang tidak ada habisnya dengan rekan kerja dengan cepat membuat mereka jengkel dan mereka tidak memiliki kesabaran untuk berbasa-basi. Mereka mengungkapkan bagaimana sesuatu harus dilakukan, dan demikianlah harus dilakukan!

Tipe Pelaku Bersemangat membuat teman-teman mereka menunggu-nunggu kejenakaan, semangat, dan kelincahan mereka dalam berkomentar. Kebanyakan dari mereka memiliki lingkaran teman dan kenalan yang besar namun biasanya tidak berkomitmen dalam hubungan mereka. Mereka mengharapkan sifat bisa diandalkan dan toleransi dari teman-teman terbaik mereka namun juga bersedia melakukan hal yang sama kepada mereka. Namun demikian, karena sifat spontan mereka, mereka selalu agak mengejutkan dan tidak mudah ditebak, juga bagi pasangan mereka. Tipe Pelaku Bersemangat membutuhkan banyak ruang dan waktu untuk diri sendiri; mereka dengan cepat merasa terkepung jika pasangan mereka terlalu berantung pada mereka. Namun jika Anda memberinya cukup kelonggaran, mereka adalah pasangan hidup murah hati, periang, dan sangat imajinatif yang dengan mereka Anda dapat bersenang-senang dan menikmati hidup sebaik-baiknya. Mereka tidak menghindari konflik namun sebaliknya menghadapinya dengan terbuka dan kadang-kadang perselisihan benar-benar terjadi. Tapi ini tipikal para Pelaku Bersemangat dan, sesudahnya, mereka malah lebih mengabdi dan penuh kasih sayang.

UJIAN MANUSIA

8/2/15
Allah memberikan ujian kepada manusia sesuai kadar manusia itu sendiri.
Manusia diberikan ujian agar manusia dapat mengambil hikmah apa yang terjadi dalam dirinya dan permasalahan yang dihadapinya.

JIWA SPORTIF

8/2/15
jiwa sportifitasku terbangun saat ku berlatih dan ketika siap menerima kemenangan atau kekalahan saat bertanding.

Selasa, 03 Februari 2015

TEKS DO'A PADA UPACARA BENDERA




ﺍﻟﺴﱠﻼﻢ ﻋﻟﻴﻜﻢ ﻭﺭﺤﻤﺔ ﺍﻟﻟﱡﻪ ﻭﺒﺭﻜﺎﺗﻪ

ﺃﻋﻮﺫ ﺒﺎﺍﻟﻟﻪ ﻤﻦ ﺍﻟﺸﻴﻄﻦ ﺍﻠﺭﺠﻴﻡ   ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻟﱡﻪ ﺍﻟﺭﱠﺤﻤﻦ ﺍﻟﺭﱡﺣﻳﻢ   ﺍﻟﺣﻤﺪ ﻟﻟﱠﻪ ﺭﺐﱡ ﺍﻟﻌﻟﻤﻳﻦ
ﻭﺍﻟﺼﱡﻼﺓ ﻮﺍﻟﺴﱠﻼﻢ ﻋﻟﻰ ﺍﺻﺭﻒ ﺍﻻﻨﺑﻴﺎﺀ ﻭﺍﻟﻤﺭﺴﻟﻴﻥ ﺴﻳﱢﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﱡﺪ ﻭﻋﻟﻰ ﺍﻟﻪ ﻭﺻﺣﺒﻪ ﺍﺠﻤﻌﻴﻦ


Ya Allah Yang Maha Pengampun…
Ampunilah dosa – dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dosa Bapak Ibu Guru kami serta dosa para pahlawan bangsa yang telah gugur mendahului kami...

Ya Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang…
Anugerahilah rasa kasih sayang dan saling pengertian diantara kami, serta berilah kesabaran dan keikhlasan kepada Bapak Ibu Guru kami dalam mendidik kami…

Ya Allah Yang Maha Pemurah…
Berikanlah kami kesehatan, kecerdasan serta petunjuk dan perlindungan - Mu dalam menuntut ilmu sehingga kelak kami dapat berguna bagi agama, nusa dan bangsa…

Ya Allah Yang Maha Kuasa…
Karuniakanlah kepada kami semua, ilmu yang manfaat lagi berkah serta selamatkanlah kami dari semua marabahaya dan tipu daya…

Ya Allah Yang Maha Bijaksana…
Hanya kepada-Mulah kami bergantung dan hanya kepada-Mulah kami memohon pertolongan, maka kabulkanlah do’a dan permohonan dari hamba- Mu yang lemah ini…
ﺮﺑﻨﺎ ﺁﺗﻨﺎ ﻔﻰ ﺍﻠﺪﻧﻴﺎ ﺤﺴﻨﺔ ﻭﻔﻰ ﺍﻻﺨﺮﺓ ﺤﺴﻨﺔ ﻭﻘﻧﺎ ﻋﺫﺍﺏ ﺍﻟﻧﺎﺭ
ﺴﺑﺤﺎﻦ ﺭﺑﻚ ﺮﺐ ﺍﻠﻌﺯﺓ ﻋﻤﺎ ﻴﺻﻔﻭﻦ ﻮﺴﻼﻡ ﻋﻟﻰ ﺍﻠﻤﺮﺴﻟﻴﻦ ﻭﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﻟﻤﻴﻦ

ﻭﺍﻟﺴﻼﻡﻋﻟﻴﻜﻡﻭﺭﺤﻤﺔﺍﻠﻟﻪﻮﺏﺭﻜﺎﺗﻪ